Tanpa Tahun

Para Penyair Adalah Pertapa Agung

kaum gelandangan yang mendengkur pulas sepertihuruf kanji kumal di emper-emper pertokoan cinatak pernah terjamah tangan-tangan puisi kitasebab tak mengandung nilai sastra keadilan adalah duniawibukan tanah ladang puisikorupsi jangan terusik oleh puisipuisi cuma mencari jati dirijangan dibuka mata batin bagi kemiskinandan penindasanpuisi jangan menuntut yang bukan-bukan para penyair adalah pertapa agungbermenung di dalam candikelima indera dan …

Para Penyair Adalah Pertapa Agung Selengkapnya »

Lampu Merah

ketika tiba-tiba lampu merahia terperangahmengapa di sini? ia lalu lintas gelisah ituyang selalu bertanya, mengangguktapi tak mengerti andai bukan merah apa kan terjadi?tiba-tiba ia mengertihijau kuning itu sama saja dengan merah kita harus terus jalanpilih satu warna sajasama-sama tak tahu ujungnyasama-sama tak tahu di mana akhirnya begitu katanyadengan rasa tabah baruatas jalan yang dipilihnya.

Pada Hari Senin Pagi Ketika Matahari Rohani Terbit

pada hari senin pagi ketika matahari rohani terbitaku memandang ke belakang tahun-tahun umurkumemasuki dunia nilai aku kehampaanpertanyaan-pertanyaan tumbuh tak mau dibiarkan dengan selembar ijazah smp tak kuizinkan diri miskin! aku pun kembali lahir menjelma jadi semula yang bebasmenatap belenggu yang harus diberi artiaku melayang tetapi tak kubiarkan melarikan diri ke anganapalagi mendirikan rumah dan buta …

Pada Hari Senin Pagi Ketika Matahari Rohani Terbit Selengkapnya »

Sajak Hari Demi Hari

hari demi hari tanggal, gelisahkukisah demi kisah tunggal, gelisahkudosa demi dosa mengental, Tuhankutak cukup aku hanya dengan rasa malu(di dalam kamar sekap diri)tapi beri aku keberanianmerenggut topeng busanatelanjang menari berborok sekujur badandi hadapan hadirin sahabat-sahabatku tercinta

Balada Peluru

di mana moncong senapan itu? aku pengin meledak sekaligus jadi pelurumencari jidatmu mengarah mampus-Muakan kulihat nyawa-Mu yang terbangdan kukejar-kejar dengan nyawaku sendiriagar tahu rumah-Muaku rela bunuh diritentu saja setelah tahu ke mana pulang-Mu tetapi peluru yang mencari jidat-Mu ituhanya ketemu mata-Mu yang menyihirsim salabimkembali kau pada wujudmu asli!dan memang tidak akan pernah ada yang akanmembawakansenapanuntukkuapalagijidatmimpi …

Balada Peluru Selengkapnya »

Burung Dara Pagi Terbang

burung dara pagi terbangpulang sarang rembang petangtidur mendengkur tiada beban di matapada ketakpastian musim burung dara pagi terbangtiada cemas di matapada matahari yang tergelincirtidur malam tanpa mimpi buruk punyaku hanya gemabernama luka dan kenanganpagi berangkat kerjasore tertegun, bintang di kamarkumengganti angka-angka kalender.

Aku Dilahirkan di Sebuah Pesta yang Tak Pernah Selesai

aku dilahirkan di sebuah pesta yang tak pernah selesaiselalu saja ada yang datang dan pergi hingga hari ini ada bunga putih dan ungu dekat jendela di manamereka dapatmemandang dan merasakan kesedihan dan kebahagiaantak ada menjadi miliknya ada potret penuh debu, potret mereka yang pernah hadirdalam pesta itu entah sekarang di mana setelah matiada yang merindukan …

Aku Dilahirkan di Sebuah Pesta yang Tak Pernah Selesai Selengkapnya »

Surat

ye,satu titik bagi situ perasaanku seperti membawa gitartanpa satu lagu pun aku bisaini nyanyian di dalam aku dipojokkan dalam bingkai sebuah lukisanawan besar. sepi terbang melewatikebun pohon pisang samar-samarditetesi bintang kuning jalan ini lain dari biasanyabatu besar-besarnya di telapakkuakasia yang rimbun, rimbun sekalisemua telah berubah yamengapa baru dikenal sekarangjustru ketika sendiri ingin berdua ye,aku sudah …

Surat Selengkapnya »

Catatan 10 Januari 1989, Siang

angin menggoyangbatang-batang kangkung liarcebong-cebong gesit bergerakdi dalam kubanganyang airnya tak karuanoleh bau olikantong plastikdan macam-macam kotoran ayam-ayam boleh gembiramencucuki cacing-cacingdan bangkai yang semalamterseret oleh luapan air bengawandan anak-anak kecilmelompat-lompat menghindari comberandengan trontong benang di tanganuluk layangan dan bila angin kencangmenerbangkan baju-baju dari jemurandi sana sini tersemburlah makiansebab bulan-bulan seperti inibanjir bisa datangdi luar dugaan solo, …

Catatan 10 Januari 1989, Siang Selengkapnya »

Topeng Ragil Kuning

saudaraapa kau lihat di keayuanku inisinar mata sayu merayubibir elok senantiasa senyum pipi merah jambuatau kulit langsat ini?saudaraengkau sudah melihat dan tertipuengkau tidak melihat ngengat merapuhi pelupukmataku daguku pipiku dan kulitkupembungkusku akhirnya hanya mayat!saudara ingin kenal aku?marilah kita buka topeng ini.