Tahun 1992

Satu, dua dan tiga

 Satu, dua dan tiga Satu dan dua ataupun tiga,Semua sama sama bohongnya,Milih boleh, tidak memilih boleh,Jangan memaksa, itu hak gue —-Catatan:Puisi ini biasa dilantunkan Wiji Thukul setiap ngamen puisi keliling kota  —-

Bukan Kata Baru

Bukan Kata Baru ada kata barukapitalis, baru? Ah tidak, tidaksudah lama kita dihisapbukan kata baru, bukankita dibayar murahsudah lama, sudah lamasudah lama kita saksikanburuh mogok dia telpon kodim, pangdamdatang senjata sebataliyonkita dibungkamtapi tidak, tidakdia belum hilang kapitalisdia terus makantetes ya tetes tetes keringat kitadia terus makan sekarang rasakan kembali jantungyang gelisah memukul-mukul marahkarena darah dan …

Bukan Kata Baru Selengkapnya »

Makin Terang Bagi Kami

Makin Terang Bagi Kami tempat pertemuan kami sempitbola lampu kecil cahaya sedikittapi makin terang bagi kamitangerang – solo – jakarta kawan kami kami satu : buruhkami punya tenaga tempat pertemuan kami sempitdi langit bintang kelap-keliptapi makin terang bagi kamibanyak pemogokan di sanasini tempat pertemuan kami sempittapi pikiran ini makin luasmakin terang bagi kamikegelapan disibak tukar-pikiran …

Makin Terang Bagi Kami Selengkapnya »

Aku Menuntut Perubahan

Seratus lobang kakusLebih berarti bagikuketimbang mulut besarmuTak pentingSiapa yang menang nantiSudah bosen kamiDengan model urip kayak giniNgising bingung, hujan bocorKami tidak butuh mantrajampi-jampiatau janjiatau sekarung berasdari gudang makanan kaum majikantak bisa menghapus kemlaratanbelas kasihan dan derma baju bekastak bisa menolong kamiKami tak percaya lagi pada itupartai politikomongan kerja merekatak bisa bikin perut kenyangmengawang jauh dari …

Aku Menuntut Perubahan Selengkapnya »

Edan

Edan Sudah dengan cerita mursilah?Edan…!!!! Dia dituduh maling karena mengumpulkan serpihan kainDia sambung-sambung jadi mukena untuk sembahyangPadahal mukena tak dibawa pulangPadahal mukena dia taroh di tempat kerjaEdan…!!! Sudah diperas dituduh maling pulaSudah dengan cerita santi?Edan…!!! Karena istirahat gaji dipotongEdan…!!! Karena main kartu lima kawannya langsung dipecat majikanPadahal tak pakai wangPadahal pas waktu luangEdan…!!!Kita mah bukan …

Edan Selengkapnya »

Leuwigajah Masih Haus

Leuwigajah Masih Haus leuwigajah tak mau berhentidari pagi sampai pagibis-bis-mobil pengangkut tenaga murahbikin gemetar jalan-jalandan debu-debu tebal membumbung mesin-mesin tak mau berhentimembangunkan buruh tak berkamar-manditanpa jendela tanpa cahaya mataharijejer berjejer alas tikarlantai dinding dingin lembab pengap mulut lidah-lidah penghuni rumah kontrakterus bercerita buruklembur paksa sampai pagitubuh mengelupas-jari jempol putus – upah rendahmogok – pecatseperti nyabuti …

Leuwigajah Masih Haus Selengkapnya »

Satu Mimpi Satu Barisan

di lembang ada kawan sofyanjualan bakso kini karena dipecat perusahaankarena mogok karena ingin perbaikankarena upah ya karena upah di ciroyom ada kawan sodiyahsi lakinya terbaring di amben kontrakanburuh pabrik tehterbaring pucet dihantam tipesya dihantam tipesjuga ada nenikawan bariyahbekas buruh pabrik kaos kakikini jadi buruh di perusahaan lagidia dipecat ya dia dipecatkesalahannya: karena menolakdiperlakukan sewenang-wenang di …

Satu Mimpi Satu Barisan Selengkapnya »

bukan di mulut politikus, bukan di meja spsi

bukan di mulut politikus, bukan di meja spsi berlima dari solo, berkereta api kelas ekonomi murahtak dapat kursi melengkung tidur di kolongpas tepat di kepala kami bokong-bokongkiri-kanan telapak kaki, tas, sandal, sepatutak apa di pertemuan ketemu lagi kawandari krawang-bandung-jakarta-jogya-tangerangburuh pabrik plastik, tekstil, kertas dan macam-macamdatang dengan satu soal Dari jakarta pulang tengah malam dapat bis …

bukan di mulut politikus, bukan di meja spsi Selengkapnya »