Tahun 1989

Jam Dua Malam Dingin Sampai ke Tulang

jam dua malamdingin sampai ke tulangair naikya air naik!jam dua malamorang-orang bangundan berbisik-bisikair naikya air naik!kesibukan mendadaksiap-siapbanjir datangair naikya air naik! kalau aku kayaakan kubangun rumahku tinggi-tinggisi Gareng berguraumenertawai kemiskinannya sendiri kalau emoh kebanjiranjangan bikin rumah di pinggir bengawanteriak yu Tombloksambing nggugah bojonya yang kemulan sarung air naikya air naik!si Kenthus kegiranganmembayangkan: besok pagi berenangair …

Jam Dua Malam Dingin Sampai ke Tulang Selengkapnya »

Syair Keadaan

Syair Keadaan kalimat-kalimat kotormenghambur dalam gelapmembawa bau minumankeringat tengikdan kesumpekan ibu-ibu megap-megapmengurus dapur suami dan anaknyaharga barang-barang kebutuhan makin tinggikaum penganggur sambung-menyambungberbaris setiap haridan parpol-parpolsibuk sendirimengurus entah apa leleran keringat dan kacaunya pikirankeputusasaan dan harapanyang dipompakan iklan-iklansiang malam membikin tegang dan disana kaum tanidipaksakan menyerahkan tanahnyadan disana pabrik-pabrik memecatburuhnya, memanggil tentarakarena ada aksi mogokdi depan …

Syair Keadaan Selengkapnya »

Gumam Sehari-hari

di ujung sana ada pabrik rotikami beli yang remah-remahkarena murahdi ujung sana ada tempat penyembelihan sapidan kami kebagian baukotoran air selokan dan taidi ujung sana ada perusahaan daging abonsetiap pagi kami beli kuahnyadimasak campur sayur di pinggir jalanberdiri toko-toko barudan macam-macam bangunankampung kami di belakangnyariuh dan berjubelseperti kutu kere kumalterus berbiak! membengkak tak tercegah! jagalan, …

Gumam Sehari-hari Selengkapnya »

Tanah

tanah mestinya di bagi-bagi jika cuma segelintir orang yang menguasai bagaimana hari esok kaum tani tanah mestinya ditanami sebab hidup tidak hanya hari ini jika sawah diratakan rimbun semak pohon dirubuhkan apa yang kita harap dari cerobong asap besi hari ini aku mimpi buruk lagi seekor burung kecil menanti induknya di dalam sarangnya yang gemeretak …

Tanah Selengkapnya »

Tong Potong Roti

tong potong rotiroti campur mentegabelanda sudah pergikini datang gantinya tong potong rotiroti campur mentegabelanda sudah pergibagi-bagi tanahnya tong potong rotiroti campur mentegabelanda sudah pergisiapa beli gunungnya tong potong rotiroti campur mentegabelanda sudah pergikini indonesia tong potong rotiroti campur mentegabelanda sudah pergikini siapa yang punya solo, kalangan, april 89 * diilhami sebuah tembang rakyat dari Madura

Tentang Sebuah Gerakan

tadinya aku pengin bilangaku butuh rumahtapi lantas kugantidengan kalimat:setiap orang butuh tanahingat: setiap orang! aku berpikir tentangsebuah gerakantapi mana mungkinaku nuntut sendirian? aku bukan orang suciyang bisa hidup dari sekepal nasidan air sekendiaku butuh celana dan bajuuntuk menutup kemaluanku aku berpikir tentang gerakantapi mana mungkinkalau diam? 1989