Tahun 1987-1988

Gunungbatu

gunungbatudesa yang melahirkan laki-lakikuli-kuli perkebunanseharian memikul kerjasetiap pagi makin bungkukdijaga mandor dan traktordelapan ratus gaji seharidi rumah ditunggumulut perut anak isteri gunung batudesa yang melahirkan laki-lakipencuri-pencurimenembak binatang di hutan lindungmengambil telur penyudi pantai terlarangdemi piring nasikehidupan sehari-hari gunungbatudesa terpencil jawa baratdipagari hutandibatasi pantai-pantai cantikujung genteng, cibuaya, pangumbahansulit transportasi-jakarta dekat- sulit komunikasi sejarah gunungbatusejarah kuli-kulisejak jaman …

Gunungbatu Selengkapnya »

Aku Lebih Suka Dagelan

di radio aku mendengar beritakatanya partisipasi politik rakyat kita sangat menggembirakantapi kudengar dari mulut seorang kawankudia diinterogasi dipanggil gurunyakarena ikut kampanye PDIdan di kampungku ibu RTtak mau menegor sapa warganyahanya karena ia Golkarada juga yang saling bertengkarpadahal rumah mereka bersebelahanpenyebabnya hanya karena mereka berbeda tanda gambar ada juga kontestan yang nyogoktukang-tukang becakakibatnya dalam kampanye banyakyang …

Aku Lebih Suka Dagelan Selengkapnya »

Sajak Anak-Anak

anak-anak kecilbermain di jalan-jalankehilangan tanah lapang pohon tumbangtembok didirikankiri kanan menyempitanak-anak terhimpit anak-anak itu anak-anak kitaingatlah ketika kau mendirikan rumahingatlah ketika kau menancapkanpipa pabrik anak-anak kecil berdesakansepak bola di jalan-jalanbila jendela kacamu berantakantengoklan anak-anak itupandanglah pagar besimusungguh luas halaman rumahmu solo, 9 juni ’87

Jangan Lupa Kekasihku

jangan lupa kekasihkujika terang bulankita jalan-jalanyang tidur di depan rumahdi pinggir selokanitu tetangga kita kekasihku jangan lupa kekasihkujika pukul limaburuh-buruh perempuanyang matanya letihjalan sama-sama denganmuberbondong-bondongitu kawanmu kekasihku jangan lupa kekasihkujika kau ditanya siapa mertuamujawablah: yang menarik becak ituitu bapakmu kekasihku jangan lupa kekasihkupada siapa pun yang bertanyasebutkan namamujangan maluitu namamu kekasihku solo-sorogenen, 14 maret ’88

Untuk D

kopi tinggal ampasasbak penuh puntungbibir pecah habis muntah-muntah mari pulang sajasebelum tipu-menipu tambah serumalam makin bekuaku tidak betah, aku ingin masukaku tak terhibur lagioleh percakapan-percakapanyang menyelamatkan kita bukan omong besarbukan mimpi bukan ketakutan mari tidurpersiapkanperlawanan, esok pagi solo, 17 Juni 1987

Balada Pak Bejo

Balada Pak Bejo pak Bejo membentak bininya:-hari ini sepi!mbok Bejo tak mau kalah:-anak-anak minta baju seragam!pak Bejo juga:-aku sudah keliling kotaaku sudah kerja kerastapi kalah dengan bis kotahari ini aku cuma dapat uang setoranmbok Bejo tak mau mendengarmbok Bejo tetap marahmbok Bejo terus ngomelpak Bejo kesalnyaut sarung kabur ke warungnenggak ciu-bekonangminum segelaslalu segelas lagikemudian hanyut …

Balada Pak Bejo Selengkapnya »

Kenangan Anak-Anak Seragam

pada masa kanak-kanakkusetiap jam tujuh pagiaku harus seragambawa buku harus mbayarke sekolah katanya aku bodohkalau tidak bisa menjawabpertanyaan guruyang diatur kurikulum aku dibentak dinilai burukkalau tidak bisa mengisi dua kali duaaku harus menghapalmataku mau tak mau harus dijejali huruf-hurufaku harus tahu siapa presidenkuaku harus tahu ibukota negarakutanpa aku tahuapa maknanya bagiku pada masa kanak-kanakkuaku jadi …

Kenangan Anak-Anak Seragam Selengkapnya »

Megatruh Solidaritas

akulah bocah cilik itukini aku datang kepada dirimuakan kuceritakan masa kanak-kanakmu akulah bocah cilik ituyang tak berani pulangkarena mencuri uang simbokuntuk beli benang layang-layang akulah bocah cilik ituyang menjual gelang simbokdan ludes dalam permainan dadu akulah bocah cilik kurus ituyang tak pernah menang bila berkelahiyang selalu menangis bila bermain sepak-sepongaku adalah salah seorang dari bocah-bocah …

Megatruh Solidaritas Selengkapnya »

PENYAIR

P E N Y A I R jika tak ada mesin ketikaku akan menulis dengan tanganjika tak ada tinta hitamaku akan menulis dengan arangjika tak ada kertasaku akan menulis pada dindingjika aku menulis dilarangaku akan menulis dengantetes darah! sarang jagat teater19 januari 1988

Kemerdekaan

Kemerdekaan kemerdekaanmengajarkan aku berbahasamembangun kata-katadan mengucapkan kepentingan kemerdekaanmengajar aku menuntutdan menulis surat selebarankemerdekaanlahyang membongkar kuburan ketakutandan menunjukkan jalan kemerdekaanadalah gerakanyang tak terpatahkankemerdekaanselalu di garis depan* Solo, 27-12-1988