Tahun 1985

Biarkanlah Jiwamu Berlibur Hei Penyair

                         lupakanlah itu para kritikus sastra!biarkan jiwamu berlibur hei penyairsegarkanlah paru-paru dengan pemandangan-                                                    pemandangan barupergilah ke parangtritis menikmati gubug-gubug                                                   penduduk yang menangkap jingking atau makam imogiri berziarah ke                                                  mataramatau pergi menyelamlah ke keributan jalan raya kotamubarangkali masih akan kautemukan polisi lalu lintas                                                  yang sepertimaling, berdagang kesempatan dalam pasar lakon               aku kepingin ngopi di pinggir jalan              …

Biarkanlah Jiwamu Berlibur Hei Penyair Selengkapnya »

Kidung di Kala Sedih

sebab harga diri tak bisa dibelibiarkan nilai-nilai yang meragukanmu jadi sampahbakar dan pergi pasang telinga nyalangkan juga matatetapi untuk membaca ayat-ayat-Nya di dunia initak cukup dengan sepasang telinga dan dua biji matatetapi bebaskan hati untuk menyaring batu-batu nilaiyang dilemparkan orang lain untukmu hidup ini memang sulit buktinya: para filsufsetiap orang pernah berkerut kening karena sedihterharu …

Kidung di Kala Sedih Selengkapnya »

Seorang Lelaki Kelana di Dunia Batin

seorang lelaki kelana di dunia batinsudah akrab dengan gelapyang menuntun ke pusat cahayahanya kepadanya ia akan menyerah seorang lelaki kelana di dunia batinkembali tanya siapa nama dirinyamata angin mana membimbing pulanghanya kepadanya ia akan menyerah seorang lelaki kelana di dunia batinmerambah gapura hakikat ada dan tiadamenganga menguak tabir nasibmelihat isi alam raya dalam manusiabebas dan …

Seorang Lelaki Kelana di Dunia Batin Selengkapnya »