Jam
tak usah terkejut punputar jarum jam akan merajutmukisah lama yang selalu bisumenabur belantara pertanyaan baru angke, 9 maret 1983
tak usah terkejut punputar jarum jam akan merajutmukisah lama yang selalu bisumenabur belantara pertanyaan baru angke, 9 maret 1983
api yang bernama rahmattak mungkin dimatikan, tak akan kumatikanmaka kubiarkan menjilat mata batinkumembakar gelap tergelap perabot kamar impianbisiknya: :-korek saja rasa nyeri dari rongga benakmu cukil saja lalu bakar abukan kosongkan bola matadari angan hitam kelabu :-dunia kita dunia yang telanjur :-mau apa lagi? mau apa lagi? sebelum pergi rahmat mengecup kerut dahikudan jiwa …
musim bunga bangunbangkit tegar sang waktu bentuk hidup pecahjauh mendekat lebur menyatudebur surut pasang gelombangmembalut rasa sakit mewujud rasa hidup pertemuan perpisahan, kehilangan dan penemuanpertemuan perpisahan, pengalaman manik-manik matasetelah kandas menyelam di hatimu: bunga makna semijiwa mekar segar di lubuk perenungan(kerajaan penjara bubar!)lepas bebas datang dan pergilahrasa sakit terentang arti merdeka 1983
semenjak aku berkenalan dengan-Muinilah yang kukerjakanmengutungi lengan dan kakiyang tumbuh di umur sekujur inilah yang membikin pilubertemu dengan-Mutak perlu ke mana-manatapi inilah yang terjadilengan dan kakiku selalu tumbuhsedang untuk memelukmu tak perlu jari ini seribu lengankuseribu kakikumenjauhkanku pada-Mu palur, 23 november 1983, solo
sebuah topi mahal jatuh di jalan rayapada suatu sore sesudah hujan lebattak dipungut kembali oleh pemiliknya akasia tepi jalandengan butiran air di pucuk-pucuk daunnyaakan bercerita dengan jujursedia apa kiranya sampai pipinya sipu-sipu malupipi akasiapipi kotamu pula tadi seorang gelandangan menyeberang jalan inilalu lintas ramai hingga agak lama dia di seberangjalan sanaagak lama dia memondong anak …
belilah senapan sungguhan iniagar tampak seperti tak kalahditembak sang waktuyang tepat di keningmu sunyimubelilah topeng-topeng ragam itupilihlan yang klop tapi cocokagar tak tampak kalau kita menangispilihlah yang bibirnya lebar tapi murah senyumtapi semuanya butabelilah gambar perempuan setengah telanjang iniatau perempuan sungguhan itubenamkan kelaminmu paling dalamkemudian bertanyalah pada sunyi siapa pun -perjalanan ingat lupa ini berapa …
kesabaran berdenyut seperti darah dan dagingsendiri bertahan pada lecutan musim.kesabaran berdenyut seperti darah dan dagingmelepaskan umur jadi hari-hari kemarin.kesabaran berdenyut seperti darah dan dagingsedang nasib kucing liar yang tak peduli. kesabaran berdenyut seperti darah dan dagingroh! roh! roh!kekalkanlah pada tiap tiupan napasku, cinta hidup antara kelahiran dan kematian, kehidupanarti kelahiran dan kematiantergantung pasti pada hidupku …
rambutku gondrong benakku adalah hutankeinginan terkurung di dalamnyadi kegelapan aku berteriak: kebebasan! sepanjang malam semakin ributjiwa siapa tak akan letihmenjelang pagi baru tertidurhari hampir siang, matahari menegurkuhutanku kembali ribut minta dilayani. inikah dirimu, di depan kaca aku bertanyakening yang terlipat, mata yang nyalangrambut yang gondrong dan debar jantungmumenangkap bau warna putih: uban! rambut yang panjang …
sajak ini mengajakmu tamasyake rumah sakit, menikmati sunyitanya pasiennyaini darah yang menghuni di mana? sajak ini mengajakmu tamasyadi keheningan hidup sehari-haritanya tentang bulan dan tahun lalubila ketemu bukankah tak lagi kau kenalijalan-jalan yang membawamu ke mari sajak ini mengajakmu tamasyadan liburkan gelisahsajak ini mengajakmu tamasyadan cium dingin bibir mayat itubukan pejam matanyacari napasnyahilang di siapa …