Syair Keadaan

Syair Keadaan

kalimat-kalimat kotor
menghambur dalam gelap
membawa bau minuman
keringat tengik
dan kesumpekan

ibu-ibu megap-megap
mengurus dapur suami dan anaknya
harga barang-barang kebutuhan makin tinggi
kaum penganggur sambung-menyambung
berbaris setiap hari
dan parpol-parpol
sibuk sendiri
mengurus entah apa

leleran keringat dan kacaunya pikiran
keputusasaan dan harapan
yang dipompakan iklan-iklan
siang malam membikin tegang

dan disana kaum tani
dipaksakan menyerahkan tanahnya
dan disana pabrik-pabrik memecat
buruhnya, memanggil tentara
karena ada aksi mogok
di depan kantornya
dan parpol-parpol
sibuk sendiri
mengurus entah apa

hujan turun
got-got meluap
banjir datang
bingunglah rakyat

gunung-gunung digunduli
hutan-hutan dibabati
cukong-cukong kongkalikong
para birokrat mengantongi uang komisi
karena memberi lisensi
dan para pemilik modal besar
terus mengaduk-aduk
menguras mengisap isi perut bumi
dan parpol-parpol

halo!
selamat pagi!

hujan turun
got-got meluap banjir datang
menenggelamkan rumah-rumah rakyat
dan parpol-parpol

hallo!
kita nanti ketemu
dalam Pemilu
lima tahun lagi!

Solo, Jagalan
Kalangan, 02-02, 1989.