Surat

ye,
satu titik bagi situ

perasaanku seperti membawa gitar
tanpa satu lagu pun aku bisa
ini nyanyian di dalam

aku dipojokkan dalam bingkai sebuah lukisan
awan besar. sepi terbang melewati
kebun pohon pisang samar-samar
ditetesi bintang kuning

jalan ini lain dari biasanya
batu besar-besarnya di telapakku
akasia yang rimbun, rimbun sekali
semua telah berubah ya
mengapa baru dikenal sekarang
justru ketika sendiri ingin berdua

ye,
aku sudah besar bahkan dewasa
menjelang dua puluh satu
sudah tumbuh kumis dan
hasrat sex

aku tak mengerti sebabnya harus peduli
untuk gamelan pengantin di pesta tadi
apa hanya hasrat kelamin

larut malam
semua dikelupas
tinggal sebuah titik
       di

    bawah

            langit

ye, sendiri?