hari demi hari tanggal, gelisahku
kisah demi kisah tunggal, gelisahku
dosa demi dosa mengental, Tuhanku
tak cukup aku hanya dengan rasa malu
(di dalam kamar sekap diri)
tapi beri aku keberanian
merenggut topeng busana
telanjang menari berborok sekujur badan
di hadapan hadirin sahabat-sahabatku tercinta
1 komentar untuk “Sajak Hari Demi Hari”
Komentar ditutup.
kok di dalam buku nyanyian akar rumput berbeda kata-katanya?
di dalam buku di tuliskan
hari demi hari tanggal, gelisahku
kisah demi kisah tanggal, gelisahku
dosa demi doosa menanggal, tuhanku