Di Tanah Negeri Ini Milikmu Cuma Tanah Air

bulan malam membuka mataku
merambati wuwungan rumah-rumah bambu
yang rendah dan yang miring
di muka parit yang suka banjir
membayangkan masa depanmu

rumah-rumah bambu
yang rendah dan yang miring
lentera minyak gemetar merabamu
pengembara o pengembara yang nyenyak
bulan malam menggigit batinku
mulutnya lembut seperti pendeta tua
mengulurkan lontar nasibmu

o tanah-tanah yang segera rata
berubahlah menjadi pabrik-pabriknya

kita pun lalu kembali bergerak seperti jamur
liar di pinggir-pinggir kali
menjarah tanah-tanah kosong
mencari tanah pemukiman di sini
beranak cucu melahirkan anak suku-suku terasing
yang akrab dengan peluh dan matahari

di tanah negeri ini milikmu cuma tanah air